Kamis, 19 Januari 2017

Cara Mudah Membedakan Es Batu Dari Air Matang Dan Mentah

Pustakanews.com - Cuaca panas bisa membuat tenggorokan anda terasa kering, Yang terkadang dengan minum air pun belum bisa memuaskan rasa dahaga tersebut. Oleh karena itu, Pastinya es batu yang menjadi pilihan untuk menyegarkan tenggorokan kering anda. 


Mungkin dengan membelinya di toko terdekat, Kemudian anda campurkan dengan sirup, Memang suatu hal yang bisa dijadikan sebuah solusi untuk menghilangkan rasa haus. Akan tetapi perlu anda tahu, Bahwa banyak es batu yang dijual di pasaran terbuat dari air mentah, Tanpa dimasak terlebih dahulu. Sehingga hal demikian jika dikonsumsi, Bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Waspada dalam mengkonsumsi es batu memang sangat perlu diperhatikan. Pasalnya di dalam es batu yang terbuat dari air mentah banyak mengandung bakteri Escherichia coli ( E Coli ), Yang bisa menyebabkan masalah serius pada pencernaan anda. Sehingga dengan adanya hal seperti ini, Hendaknya anda bisa lebih hati - hati dalam membeli es batu yang banyak dijual di pasaran.

Membedakan es batu dari air mentah dengan yang sudah dimasak memang sangat penting, Supaya anda bisa lebih aman dalam mengkonsumsi es batu tersebut. Pasalnya, Jika sering mengkonsumsi es batu yang terbuat dari air mentah juga bisa merusak ginjal dan melemahkan dinding usus, Jika dikonsumsi pada anak kecil. Sehingga hal berbahaya seperti ini, Hendaknya bisa diantisipasi, Agar semua orang terutama anak kecil bisa mengkonsumsi es batu dengan aman.

Menurut hasil penelitian dalam British Medical Journal, Menunjukkan bahwa mengkonsumsi air tercemar yang mengandung bakteri Escherichia coli, bisa mengakibatkan seseorang memiliki peningkatan risiko terkena darah tinggi, masalah ginjal dan penyakit jantung di kemudian hari. Dari hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa jika es batu yang dibuat dari air mentah akan lebih memiliki dampak risiko berbahaya dibandingkan mengkonsumsi Es batu yang terbuat dari air matang. 

Oleh karena itu, Tentunya anda harus mengetahui tentang cirri - ciri es batu yang terbuat dari air mentah dan air matang sebelum membelinya. Nah, inilah cara untuk membedakan antara Es batu dari air mentah dan matang. Berikut penjelasannya :

1. Es batu dari air matang

Bila anda lihat secara kasat mata, Es batu yang terbuat dari air matang cenderung terlihat bening layaknya seperti kristal. Hal itu dikarenakan ketika air tersebut masih dalam proses perebusan terlebih dahulu, Maka gas yang terdapat pada air terlepas dan menjadikan air hanya mempunyai gas yang sedikit saja. Sehingga dalam proses pembuatan es dengan menggunakan air matang bisa terlihat bening seperti Kristal. 

2. Es batu dari air mentah

Perlu anda ketahui, Bahwa es batu yang terbuat dari air mentah memiliki warna putih seperti salju dan terdapat gelembung - gelembung pada es tersebut. Hal itu disebabkan es batu dari air mentah masih banyak gas atau oksigen di dalamnya karena tidak adanya proses perebusan air telebih dahulu. Sehingga membuat es batu menjadi berwarna putih salju. 

Untuk menghindari akan mengkonsumsi es batu dari air mentah, hendaknya anda bisa lebih teliti sebelum membelinya dengan mengetahui tanda-tanda es batu yang telah dijelaskan di atas. Hal demikian bertujuan agar anda dapat mengkonsumsi es batu dengan tepat dan tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Rabu, 18 Januari 2017

Inilah 4 Daftar Kebijakan Ahok yang Diubah Plt Gubernur DKI Sumarsono

Pustakanews.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menghapus kebijakan yang sudah diterapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

image: liputan6.com/Johan Tallo

Sejak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat Permendagri Nomor 74 Tahun 2016 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Sumarsono sebagai Plt Gubernur memiliki banyak kewenangan.

Di antaranya, menandatangani perda tentang APBD dan perda tentang Organisasi Perangkat Daerah dan melakukan pengisian dan penggantian pejabat berdasarkan Perda Perangkat Daerah.

Setelah Sumarsono melantik enam pejabat baru dan menurunkan jabatan dua pejabat utama serta menghapus satu jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kini dia menghapus kebijakan Ahok.

Sumarsono diketahui menggantikan Ahok selama 3,5 bulan sejak akhir November 2016 hingga pertengahan Februari 2017. Ahok mengajukan cuti selama itu dalam rangka menjalankan kampanye Pilkada DKI. Ahok menjadi salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta untuk merebut kembali jabatan yang diembannya selama ini.

Berikut beberapa kebijakan Ahok yang dihapus Sumarsono.

1# Hentikan Laporan RT-RW Lewat Qlue

Qlue merupakan aplikasi yang dipergunakan warga Jakarta untuk sarana pengaduan terkait kepentingan publik. Namun, aplikasi yang diluncurkan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini sekarang sudah menghentikan aturan yang mewajibkan para RT dan RW di DKI Jakarta agar melaporkan situasi.

Menurut Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Qlue untuk RT dan RW ini tidak diberlakukan kembali, sehingga pemberlakuan insentif sebesar Rp 10 ribu untuk sekali pelaporan juga diberhentikan.

"RT dan RW itu konsepnya pengabdian masyarakat, jadi lebih ke ketokohan. Jadi enggak perlu dikasih insentif ataupun gaji, cukup uang operasional saja," ujar Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Januari 2017.

Karena itu, ujar dia, RT dan RW itu tetap ke posisi ketokohan masyarakat yang sangat dihargai dan pengakuan itu lebih penting daripada uang Rp 10 ribu. RT dan RW bukanlah karyawan ataupun buruh yang harus tunduk kepada peraturan dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"RT dan RW bukanlah buruh lurah. Mereka itu instrumen masyarakat, tokoh masyarakat yang diwajibkan untuk menjaga kerukunan antar warga ataupun rumah tangga. Sehingga yang diwajibkan untuk memantau situasi itu orang kelurahan dan para stafnya," kata Soni, sapaan dari Sumarsono.

Selanjutnya, Soni mengungkapkan bukan pihaknya yang memberhentikan aturan pelaporan Qlue di RT dan RW tersebut.

"Jadi saat menjabat di sini, sistem ini sudah berjalan dan untuk pelaporan tingkat RT dan RW sudah di-pending atau moratorium-lah. Berarti ini mungkin sudah menjadi kebijakan sebelumnya," pungkas Sumarsono.

Saat membuat aplikasi Qlue ini, Ahok berharap dapat mempermudah warga DKI untuk memberikan keluhan langsung tentang sarana dan prasarana publik. Keluhan tersebut juga akan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.

Aplikasi itu juga berguna untuk mengawasi apakah keluhan masyarakat itu sudah ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

2# Pemberian Dana Hibah TNI - Polri Dihapus

Sumarsono juga menghapus anggaran hibah untuk TNI-Polri dalam penyusunan APBD DKI 2017.

Padahal, Ahok sudah menganggarkan dana hibah untuk TNI-Polri. Hibah diberikan dengan tujuan agar nantinya institusi-insitusi TNI/Polri mau bekerja sama dalam penyediaan lahan parkir dan rumah susun.

Sumarsono sendiri membantah jika dia menghapus hibah untuk TNI-Polri.

"Hibah tahun ini saja belum habis, malah masih sisa banyak. Prinsip hibah untuk lembaga non-pemerintah sekali setahun. Nah, Mitra Praja Utama diberikan hibah tiap tahun, enggak masalah," kata Sumarsono.

Hanya, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Penerima hibah harus memberikan laporan pertanggungjawaban penggunaan hibah tahun ini. Karena hibah belum dapat terserap, maka hibah untuk Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya baru akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2017, bukan APBD 2017.

"Kemungkinan besar dua instansi terpaksa ikut anggaran (APBD) Perubahan 2017. Aturan mainnya, tidak bisa kalau tidak ada LPJ. Ini soal prosedur saja," kata Sumarsono.

Adapun pada APBD 2016, hibah untuk Polda Metro Jaya mencapai Rp 41 miliar dan Kodam Jaya mencapai Rp 21 miliar.

3# Hibah Bamus Betawi Kembali Dianggarkan

Sumarsono kembali menganggarkan hibah untuk Bamus Betawi pada APBD-P 2016 sebesar Rp 2,5 miliar. Rencananya, Bamus Betawi akan mendapat hibah sebesar Rp 5 miliar pada KUA-PPAS 2017.

Sumarsono mengatakan, menghentikan dana hibah untuk Bamus Betawi yang dilakukan Ahok bukan hal tepat. Sebab, hal itu menyangkut kebudayaan yang menjadi sejarah Jakarta.

Jika ada masalah dengan Bamus Betawi, Sumarsono menilai permasalahan itu diselesaikan dengan cara dialog, bukan dengan menghentikan dana hibah. "Jadi, mohon maaf, ini saya teruskan, tahun ini dapat Rp 2,5 miliar," kata Sumarsono.

Padahal, Ahok sebelumnya telah menghapus anggaran hibah tersebut.

Ahok menyebut anggaran hibah untuk Bamus Betawi maupun organisasi masyarakat lainnya dialihkan untuk program unggulan lain yang lebih prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, dan modal usaha.

"Jadi, buat apa? Misalnya, Anda mau bikin Lebaran Betawi, cari saja sponsor, misalnya seperti itu. Tetapi, itu sistem yang akan kami perbaiki ke depan," kata Ahok.

4# Hentikan 14 Proyek Warisan Ahok

Sumarsono juga pernah membuat keputusan menghentikan sementara 14 proyek lelang dini yang dimulai pada era Ahok. Sejatinya, lelang dini dilakukan untuk mempercepat proses pengerjaan proyek sehingga program sudah bisa dieksekusi pada awal tahun.

Dia mengatakan, Pemprov DKI harus menghormati peran DPRD DKI dalam pembahasan anggaran dan menyebut pembatalan lelang itu akan diperkuat dengan surat resmi.

Sumarsono akhirnya menghentikan lelang 14 proyek itu. Alasannya, kata dia, untuk menjaga psikologis politik DPRD DKI.

"Kalau tidak dilakukan seperti ini, secara psikologis politik dan DPRD kecewa, (akan) tertunda-tunda seperti ini terus. Ini bisa tertunda," ujar Sumarsono.

(liputan6)

Kesalahan yang Sering Kita Lakukan Saat Mencuci Wajah

Pustakanes.com - Mencuci wajah sudah menjadi hal wajib untuk kecantikan dan kebersihan yang dilakukan sehari-hari. Tapi siapa sangka, ternyata ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mencuci wajah sehingga pada akhirnya wajah menjadi berjerawat bahkan kusam. 


Dilansir dari bloglovin.com, Rabu (18/1/2017) berikut lima kesalahan yang sering terjadi saat membersihkan wajah.

1. Tidak menggunakan handuk bersih

Hindari penggunaan handuk yang telah dipakai untuk mengeringkan tubuh dan dilanjutkan dengan penggunaan handuk yang sama untuk wajah. Hal ini mampu mempermudah kuman yang menempel di handuk beralih ke wajah sehingga menjadi mudah berjerawat. Gunakan handuk khusus untuk wajah dengan material lembut agar terhndar dari iritasi.

2. Menggunakan air terlalu hangat

Penggunaan Air hangat justru akan membuat kulit Anda kering karena akan mempengaruhi produksi minyak alami pada kulit.

3. Melewatkan bagian wajah lainnya

Hanya membersihkan bagian wajah yang terlihat saja tanpa membersihkan bagian wajah lainnya? hal ini sering sekali terjadi saat mencuci wajah. Bagian leher dan batasan dekat dahi seringkali tidak mendapatkan perhatian saat mencuci wajah.

4. Tidak membersihkan menyeluruh

Merasa mencuci wajah dengan air dan facial wash saja sudah bisa mengangkat kotoran yang menempel pada kulit? Ternyata, mencuci wajah dengan sabun saja tak cukup. Awali ritual dengan menggunakan facial wipes dan lanjutkan dengan membersihkan wajah dengan sabun muka.

5. Menggunakan butiran scrub terlalu kasar

Melakukan eksfoliasi memang diperlukan, namun Anda harus lebih cermat dalam memilih butiran scrub. Jangan gunakan yang memiliki butiran yang kasar. Pilihlah yang memiliki butiran scrub halus agar sel kulit mati terangkat sempurna tanpa melukai permukaan kulit wajah.

(lifestyle.liputan6)

Terlihat Makin Feminin, Istri Aming Mulai Berani Pamer Dada

Pustakanews.com - Evelyn Nada Anjani istri komedian Aming, terus-terusan menjadi sorotan media publik juga netizen. Tidak mengherankan, karena semakin hari Evelyn terlihat semakin cantik dan feminin, sangat berbeda ketika dirinya baru saja menikah dengan Aming.


Perempuan berusia 24 tahun itu bahkan semakin percaya diri menampilkan sisi lain dari dirinya yang selama ini kerap dipandang sebelah mata oleh sejumlah pihak. Istri Aming itu pun beberapa kali diundang menjalani pemotretan di berbagai media.

Seperti baru-baru ini Evelyn kembali mengunggah foto ketika dirinya diundang oleh salah satu media cetak Tanah Air. Dan penampilannya sungguh di luar dugaan.


Istri Aming itu tampak begitu menggoda dengan mengenakan kemben hitam yang menampilkan sebagian dadanya. Wajahnya pun terlihat lengkap dengan riasan yang semakin mempercantik dirinya.

Tato besar yang menghiasi bahu kirinya pun tidak mengurangi kecantikan yang ditampilkan istri Aming itu. Alhasil para netizen pun begitu royal memberikan pujian untuk Evelyn.


"Suittt...suittt...sexynya istri Aming. Sukak liatnya," ujar @mellyjonathan.

"Woww. Amazing beutyfull girls and sexy girl kamu biii," puji @desieariyanti.

"Cantik banget mba @ev0124 .itu bidadari turun darimana..??" kata @qumey96. 

(#showbiz.liputan6)

Pasukan Oranye Diperas Rp 500.000 Supaya Tidak Dipecat. Pak Ahok Cepatlah Pulang!

Pustakanews.com - Calon Gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat ini sedang tidak aktif menjabat, terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2016. Jabatan Gubernur digantikan sementara oleh PLT Gubernur, Soni Sumarsono yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Jadi belum genap tiga bulan lamanya pak Ahok tidak menjabat sebagai Gubernur Jakarta.


Sayangnya, sudah banyak keluhan dari warga Jakarta di bawah pemerintahan pak PLT ini. Beberapa kebijakan super fantastis bin menyebalkan pun sudah diglontorkan oleh beliau. Sebagian rangkuman-nya ada di foto di atas. Untungnya beberapa kebijakan tersebut pada akhirnya ada yang dicoret oleh Mendagri.

Selain yang tercantum di foto, belum lama ini diterbitkanlah Surat Edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta Nomor 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya, PHL ini disebut juga jasa orang perorangan yang direkrut dengan pengadaan langsung,” kata mantan pejabat pengadaan barang dan jasa di DKI, Benny Nugraha.


Surat edaran tersebut pada intinya merubah sistem perekrutan pekerja harian lepas (PHL) Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta. Perubahan tersebut membuat para calon pekerja yang melamar harus berupaya ekstra keras supaya bisa diterima. Kenapa? Karena ada mekanisme eliminasi dan negosiasi dalam proses penerimaan demi menyesuaikan diri dengan kuota PHL yang tersedia. Ada ujian tertulis yang harus diikuti seluruh pelamar, selain itu karena adanya quota yang terbatas dan proses ‘negosiasi’, sehingga meski memenuhi syarat dan ujian tertulisnya mendapatkan poin tinggi, pelamar belum tentu diterima.

Siapa saja yang terkena dampak Surat Edaran ini?

  • Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)
  • Pekerja Harian Lepas (PHL)
  • Pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu
  • Pekerja sejenis yang terikat kontrak


Berikut kutipan tanggapan pak Ahok ketika diminta tanggapan terhadap Surat Edaran ini, “Tes untuk PHL tidak perlu terlalu sulit. Bahkan, menurut dia, PHL yang bertugas sebagai penyapu jalan atau membersihkan got tidak perlu melek huruf. “Aduh, mau tes apa sih? Cuma bersih-bersih got mau tes apa? Saya mau tanya kamu mau cari sarjana apa cari tukang bersih got? Enggak perlu terlalu pinter kok, yang penting kamu jujur, mau kerja, rajin,” ujar pak Ahok.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/16/18551211/ahok.saya.tanya.kamu.mau.cari.sarjana.apa.tukang.bersihin.got.

Saya setuju dengan tanggapan pak Ahok, karena terus terang saja, kalau untuk petugas yang kerjanya membersihkan jalanan, saluran air, sungai-sungai, taman, dan sekitarnya. Untuk apa perlu tes tertulis? Lagipula, tingkat pendidikan orang kan tidak sama seragam. Ada yang tidak sekolah, sampai ada yang bergelar Doktor (S3). Dan semua tentu punya profesi masing-masing yang bersesuaian dengan tingkat pendidikan masing-masing. Ibarat kata, mana mau orang pendidikan tinggi kerja jadi tukang sapu? Tentu dia mau cari pekerjaan yang sesuai kapasitas dan tingkat pendidikannya.

Surat edaran ini menurut saya lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Kenapa? Pemborosan uang negara yang tidak perlu, itu satu. Pemborosan waktu dan tenaga dari kedua belah pihak, baik pihak penyedia jasa juga pihak pengelola jasa tersebut, itu dua. Rawan korupsi, kolusi dan nepotisme, itu tiga.


Dedi (29), salah satu PHL dari Kelurahan Maruna, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengaku dipungut Rp 500.000. “Saya dimintain Rp 500.000, sama orang PPSU (Petugas Prasarana Sarana Umum). Dia ngaku dekat sama Lurah, jadi nanti kontraknya tetap bisa lanjut asal bayar Rp 500.000,” berikut kutipan pernyataan Dedi. Selain itu, menurut Dedi yang telah bekerja selama dua tahun itu, PHL banyak diputus kontrak. Pihak Kelurahan lebih memilih PHL yang baru. Padahal ia dan rekan-rekannya telah memenuhi syarat. 

Sumber: http: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/01/17/pasukan-oranye-mengadu-dimintai-duit-rp-500-ribu-agar-tidak-dipecat

Disini saya tidak bermaksud menyinggung tingkat pendidikan siapapun. Inti dari tulisan ini adalah : Ini kog Jakarta bukannya maju ke depan, tapi malah balik lagi ke jaman dulu, dimana birokrasi pemerintahan ‘sengaja’ dibuat panjang dan berliku-liku, bikin males! Praktek KKN yang dulu sudah banyak berakhir kini mulai tumbuh menjamur. Pak Ahok, cepatlah pulang ke Balai Kota menjadi Gubernur lagi! Tanpamu Jakarta kembali menjadi kejam… lebih kejam daripada ibu tiri, hiks…

A good Governor is so hard to find, and too easy to get rid of by a flock of corrupt people… (seword)

Tanpa Basabasi! Kapolda Jawa Barat Nyatakan Siap Bubarkan Ormas Radikal FPI

Pustakanews.com - Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengundang seluruh masyarakat khususnya warga Jawa Barat untuk berkumpul di Lapangan Gazibu kota Bandung, Jawa Barat pada hari Kamis 19 Januari 2017 terkait petisi untuk membubarkan FPI.


"Mari bersama sama bersatu untuk membubarkan ormas penista Pancasila, penista Budaya, pemecah persatuan NKRI," kata Anton Charliyan di Mapolda Jawa Barat, hari ini, seperti dikutip Humas Polda Jawa Barat.

FPI melaporkan Anton Charliyan ke Mabes Polri karena dituding bertanggung jawab atas bentrokan massa FPI dengan GMBI di depan Mapolda Jabar 12 Januari 2017, karena Anton merupakan pembina GMBI. Bentrokan itu terjadi usai Polda Jabar memeriksa Habib Rizieq dalam kasus penistaan Pancasila.

Anton Charliyan menyebar undangan terbuka tersebut bertajuk “Sawala Apel Akbar 191-999 masyarakat Jabar Bersatu".

Undangan terbuka tersebut, kata Anton ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat lebih khusus kepada para Ulama, Pesantren, Masyarakat Adat, Tokoh Masyarakat, LSM, Ormas, yang berjiwa Nasionalis, Cinta Jawa Barat, cinta agama dan cinta kedamaian.

Selain menyebarkan undangan kepada seluruh pemuka agama, tokoh masyarakat, seluruh elemen masyarakat yang terkait, undangan tersebut pun disebarkan melalui akun Facebook milik anggota kepolisian jajaran polda Jawa Barat.

Nggak Mau Kalah dari Samsung, Nokia Juga Siap Rilis Smartphone Layar Lipat

Pustakanews.com - Persaingan dalam dunia smartphone semakin sengit. Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini Samsung masih memimpin pasar smartphone Android. Bahkan, inovasi Samsung yang terdengar belakangan ini adalah menciptakan sebuah ponsel dengan layar lipat.


Namun, sebuah brand legendaris bernama Nokia tampaknya tidak mau kalah dari Samsung. Sebab, terdengar kabar kalau Nokia juga tengah menyiapkan ponsel pintar layar lipat loh. Benarkah itu?

Nggak Mau Kalah dari Samsung, Nokia Siap Rilis Smartphone Layar Lipat
nokia layar lipat


Belum lama ini, Nokia sudah berhasil merilis sebuah smartphone Android bernama Nokia 6 yang masuk ke dalam jajaran smartphone mid-range. Untuk kelas high-end, sudah terdengar kabar tentang Nokia 8. Namun, ada bocoran juga kalau paten lainnya dari Nokia ialah smartphone layar lipat.

Dikabarkan, smartphone ini akan memiliki layar 6 inci yang sangat fleksibel sehingga bisa dilipat atau ditekuk sekalipun. Di sisi lain, teknologi ini belum tentu dikembangkan juga. Sebab, hal ini bukan kali pertama menjadi paten yang diterima, tetapi kemudian terlupakan.

nokia layar lipat 2

Tampaknya, jika memang benar Nokia mampu mengembangkan smartphone layar lipat ini, maka dijamin tahun 2017 ini akan menjadi pengembangan gila-gilaan untuk ponsel jenis seperti itu. Siap-siap ganti smartphone ya guys!

Apa tanggapanmu soal inovasi smartphone ini? Share pendapatmu ya! Dan, jangan lupa untuk membaca artikel seputar Smartphone dan artikel menarik lainnya dari Jofinno Herian. (jt)