CSIS: SBY Rela Korbankan Nasib Putranya Jadi Pertaruhan ''Perjudian Politik''



Pustakanews.com - Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi terpengarah atas sikap Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang rela nasib putranya menjadi pertaruhan dalam "Perjudian Politik".

Sebagaimana diketahui, putera sulung SBY, Mayor TNI Agus Harimurti Yudhoyono dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Koalisi Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.

"Memang saya agak terpengarah SBY rela nasib putranya menjadi pertaruhan dalam "Perjudian Politik"," ujarnya Kristiadi ketika dihubungi Tribunnews.com.

Apalagi kata dia, dengan prestasi yang seabrek Agus dapat menjadi bintang di TNI.

"Tapi mungkin SBY tidak sàbar menunggu putranya cukup matang untuk masuk wilayah yang penuh dengan siasat yang spektrumnya mulai dari bersiasat untuk kemuliaan (a noble lie) sampai dengan siasat yang menghalalkan segala cara," katanya.

Kalau hitungan dengan tenang, kata dia, sekitar tahun 2024 Agus sudah menjadi bintang satu. Itu artinya ia sudah cukup matang untuk terjun di dunia yang penuh persaingan adu siasat.

Tapi kalau sekarang, dia menilai pasti terlalu muda. Pun karakternya masih terlalu tentara.

Alasan lain mungkin, imbuhnya SBY merasa bahwa Agus belum ada jaminan di TNI karena rezim yang memimpin berbeda.

"Mungkin perwira-perwira tinggi yang pernah dekat zaman SBY, sudah diganti dengan PATI yang kemistrinya berbeda," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku sedih Agus Harimurti Yudhoyono dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh partainya.
Dengan pencalonan itu, maka karier Agus di TNI tamat.

Padahal, menurut Ruhut, Ketua Umum Partai Demokrat yang juga ayah Agus, Susilo Bambang Yudhoyono, mempunyai cita-cita melihat putranya menyandang gelar jenderal bintang empat.

Namun, menurut Ruhut, SBY akhirnya terpengaruh orang-orang di Partai Demokrat yang mendorong Agus untuk menjadi cagub DKI. (tribunnews)

Subscribe to receive free email updates: