Terbongkar!! Pemilik Mobil Nasi Bungkus Demo Gerudug SBY Tak Lain Adalah Simpatisan Demokrat Sendiri



Pustakanews.com - Polda Metro Jaya, terus melakukan penelusuran terkait siapa pemilik mobil Nissan Terrano yang disita pasca-aksi unjuk rasa mahasiswa, di Jalan Mega Kuningan Timur VI, -berdekatan dengan rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi sudah melakukan penelusuran dan mengidentifikasi pemilik mobil Nissan Terrano yang tertinggal setelah aksi unjuk rasa, 100 meter dari kediaman SBY, di Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Bahwa mobil Terrano yang teridentifikaasi dari Samsat Polda Metro atas nama Yus Prasanto yang notabene Simpatisan Demokrat, alamat Duren Sawit," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/2).

Berdasarkan penelusuran, pemilik yang tercantum di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bernama Yus Prasanto, beralamat di Jalan Benda Jaya IV N9/10 Duren Sawit, Jakarta Timur. Mobil itu, memiliki nomor rangka WND21E29017 dan nomor mesin Z24483466W.

"Kami telusuri ke sana, ternyata yang bersangkutan sudah pindah lama dan (penghuni baru) tidak tahu pindah kemana. Nanti akan kita telusuri kembali," ungkapnya.

Ia menyampaikan, polisi juga masih menyelidiki tujuan mahasiswa itu menggelar aksi ujuk rasa. "Belum ada yang diperiksa. Masih didalami," katanya.

Sebelumnya diketahui, ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Mega Kuningan Timur VI, Setiabudi, Jakarta Selatan, berdekatan dengan rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin (6/1) siang. Para mahasiwa datang ke lokasi menumpang sekitar 11 bus dan beberapa mobil.

Selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk dan menyebarkan selembaran bertuliskan antara lain, terapkan nilai-nilai pancasila kepada pendidikan; menolak dan lawan isu SARA upaya adu domba rakyat; tolak dan lawan organisasi radikal yang anti Pancasila; NKRI harga mati; dan usut tuntas semua kasus korupsi.

beritasatu | Merdeka | Tribun


Loading...
loading...